Masjid Nabawi di Madinah adalah salah satu masjid paling suci dalam Islam setelah Masjidil Haram di Makkah. Salah satu ciri khas yang paling dikenal dari Masjid Nabawi adalah kubahnya yang berwarna hijau. Kubah ini bukan hanya menjadi ikon arsitektur, tetapi juga memiliki sejarah panjang dan makna mendalam bagi umat Islam di seluruh dunia.
Sejarah Kubah Hijau
Kubah Hijau yang berdiri megah saat ini bukanlah bagian asli dari Masjid Nabawi yang dibangun oleh Rasulullah ﷺ. Awalnya, masjid ini memiliki struktur sederhana yang terbuat dari bahan alami seperti batang kurma dan lumpur.
Pada tahun 678 H (1279 M), Sultan Mamluk Al-Mansur Qalawun membangun kubah pertama di atas makam Rasulullah ﷺ. Kubah ini awalnya terbuat dari kayu dan ditutupi dengan lembaran timah. Kemudian, pada tahun 886 H (1481 M), kubah ini mengalami perbaikan setelah terkena kebakaran. Perubahan besar terjadi pada tahun 1228 H (1817 M), saat Sultan Mahmud II dari Kekhalifahan Utsmaniyah merenovasi dan mewarnai kubah menjadi hijau, warna yang kita kenal hingga saat ini.
Makna Warna Hijau
Warna hijau dalam Islam sering dikaitkan dengan kesuburan, kedamaian, dan keberkahan. Warna ini juga memiliki nilai spiritual yang tinggi dan sering dikaitkan dengan surga, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an. Pemilihan warna hijau pada kubah ini semakin menambah nuansa ketenangan bagi para jamaah yang mengunjunginya.
Fakta Menarik Tentang Kubah Hijau
- Berlokasi di Atas Makam Rasulullah ﷺ
Kubah Hijau ini terletak tepat di atas kamar tempat dimakamkannya Rasulullah ﷺ bersama dua sahabatnya, Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab. - Awalnya Tidak Berwarna Hijau
Sebelum diberi warna hijau pada era Sultan Mahmud II, kubah ini pernah dicat dengan warna putih, biru, dan bahkan hitam. - Menjadi Ikon Masjid Nabawi
Kubah Hijau telah menjadi simbol Masjid Nabawi yang dikenal di seluruh dunia. Banyak jamaah dari berbagai negara mengabadikan keindahan kubah ini dalam foto dan video selama kunjungan mereka. - Tidak Bisa Dikunjungi Langsung
Makam Rasulullah ﷺ yang berada di bawah Kubah Hijau tidak dapat dimasuki oleh jamaah umum. Pengunjung hanya dapat melihat dari luar melalui Raudhah dan menyampaikan salam dari kejauhan.
Kesimpulan
Kubah Hijau Masjid Nabawi bukan hanya sekadar elemen arsitektur yang megah, tetapi juga memiliki sejarah panjang dan makna mendalam dalam Islam. Warna hijau yang dipilih menambah nuansa spiritual bagi setiap muslim yang mengunjungi Madinah. Meskipun tidak bisa didekati langsung, keberadaan kubah ini tetap menjadi daya tarik tersendiri bagi para jamaah yang datang untuk beribadah dan mengunjungi makam Rasulullah ﷺ.
Semoga artikel ini bermanfaat dan semakin menambah wawasan kita tentang salah satu simbol penting dalam sejarah Islam. Jika kamu berencana untuk berziarah ke Madinah, jangan lupa untuk mengunjungi dan mengabadikan keindahan Kubah Hijau ini!

