Sejarah Singkat Perjalanan Haji Rasulullah ﷺ

Haji adalah rukun Islam kelima yang memiliki sejarah panjang dan mendalam. Namun, banyak dari kita mungkin belum mengetahui bahwa Rasulullah ﷺ hanya melaksanakan haji satu kali saja selama hidupnya. Haji tersebut dikenal sebagai Haji Wada’ atau Haji Perpisahan. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara singkat perjalanan haji Rasulullah ﷺ beserta dalil-dalil shahih yang menyertainya.


Kapan Rasulullah ﷺ Menunaikan Haji?

Rasulullah ﷺ menunaikan haji pada tahun ke-10 Hijriyah. Perjalanan ini dikenal dengan nama Haji Wada’ karena beliau menyampaikan banyak pesan penting kepada umatnya, yang kemudian diketahui sebagai pesan-pesan terakhir sebelum wafatnya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
“Rasulullah ﷺ berkhutbah kepada kami dalam Haji Wada’.”
(HR. Bukhari No. 1623, Muslim No. 1218)


Perjalanan Dimulai dari Madinah

Rasulullah ﷺ berangkat dari Madinah pada tanggal 25 Dzulqa’dah bersama ribuan sahabat. Beliau mengenakan pakaian ihram dari Dzul Hulaifah, miqat bagi penduduk Madinah.

Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu berkata:
“Rasulullah ﷺ berihram dari Dzul Hulaifah.”
(HR. Bukhari No. 1533, Muslim No. 1187)


Jenis Haji yang Dilakukan Rasulullah ﷺ

Rasulullah ﷺ melakukan Haji Qiran, yaitu menggabungkan haji dan umrah sekaligus dalam satu niat dan satu pelaksanaan.

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata:
“Rasulullah ﷺ melakukan haji Qiran. Beliau menyembelih hewan kurban, dan memulai ihram untuk umrah dan haji secara bersamaan.”
(HR. Muslim No. 1211)


Pesan Penting Saat Haji Wada’

Dalam khutbah Haji Wada’, Rasulullah ﷺ menyampaikan pesan-pesan penting tentang:

  • Persamaan derajat manusia
  • Larangan riba
  • Hak-hak perempuan
  • Penjagaan amanah
  • Menjaga darah dan harta sesama Muslim
  • Kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah

Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya darah, harta, dan kehormatan kalian adalah suci seperti sucinya hari ini, di bulan ini, dan di negeri ini…”
(HR. Bukhari No. 1739, Muslim No. 1679)


Ayat yang Turun Saat Haji Wada’

Pada saat wukuf di Arafah, Allah menurunkan ayat yang menandakan kesempurnaan agama Islam:

“Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu.”
(QS. Al-Ma’idah: 3)

Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu menangis ketika ayat ini turun, karena ia merasa itu pertanda bahwa Rasulullah ﷺ akan segera wafat.


Rasulullah ﷺ Tidak Pernah Haji Sebelumnya

Sebelum Haji Wada’, Rasulullah ﷺ tidak pernah menunaikan haji setelah diangkat menjadi Nabi, kecuali umrah sebanyak 4 kali.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
“Rasulullah ﷺ menunaikan umrah sebanyak empat kali semuanya di bulan Dzulqa’dah kecuali umrah yang digabungkan dengan hajinya.”
(HR. Bukhari No. 1654, Muslim No. 1253)


Mengapa Rasulullah ﷺ Hanya Haji Sekali?

Rasulullah ﷺ lebih fokus pada dakwah dan pembinaan umat. Barulah di akhir hidupnya, ketika kondisi telah aman dan Makkah berada di bawah kekuasaan Islam, beliau menunaikan haji. Haji Wada’ menjadi simbol penyempurnaan misi kenabian beliau.


Penutup

Perjalanan haji Rasulullah ﷺ bukan hanya ritual ibadah, tapi juga momen penting dalam sejarah Islam. Melalui Haji Wada’, Rasulullah ﷺ meninggalkan warisan pesan moral, spiritual, dan sosial yang terus relevan hingga kini. Semoga kita bisa meneladani beliau dalam setiap langkah ibadah kita, terutama saat menunaikan haji dan umrah.


Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda yang tengah mempersiapkan diri menuju Baitullah. Jangan lupa, niatkan ibadah hanya untuk Allah, dan ikuti tuntunan Rasulullah ﷺ.