Pendahuluan
Bagi setiap Muslim, Makkah dan Madinah bukan sekadar destinasi ibadah, tetapi juga tempat penuh berkah di mana doa mudah dikabulkan. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa kedua kota ini memiliki keutamaan yang luar biasa dalam berdoa, beribadah, dan beramal saleh.
Artikel ini akan membahas tempat-tempat mustajab untuk berdoa di Makkah dan Madinah, beserta dalil shahih yang mendasarinya.
???? Tempat Mustajab di Makkah
1. Masjidil Haram dan Sekitarnya
Masjidil Haram adalah masjid paling mulia di dunia. Setiap ibadah di dalamnya mengandung keutamaan besar.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Shalat di Masjidil Haram lebih utama seratus ribu kali daripada shalat di masjid lainnya.”
(HR. Ahmad dan Ibnu Majah, shahih)
Beberapa tempat mustajab untuk berdoa di dalam Masjidil Haram antara lain:
a. Multazam
Area antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah ini disebut Multazam, dan diyakini sangat mustajab untuk berdoa.
“Di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah terdapat Multazam. Tidaklah seseorang berdoa di tempat ini kecuali Allah mengabulkan doanya.”
(HR. Al-Baihaqi, hasan)
b. Hajar Aswad
Tempat dimulainya tawaf ini juga menjadi lokasi yang penuh berkah. Mencium atau menyentuhnya adalah sunnah yang menunjukkan kecintaan kepada Allah.
c. Maqam Ibrahim
Tempat pijakan Nabi Ibrahim saat membangun Ka’bah.
Allah berfirman:
“Dan jadikanlah sebagian dari maqam Ibrahim tempat shalat.”
(QS. Al-Baqarah: 125)
d. Hijr Ismail
Wilayah setengah lingkaran di sisi Ka’bah ini termasuk bagian dari Ka’bah yang mulia. Banyak ulama menilai doa di sini sangat mustajab.
2. Sumur Zamzam
Air Zamzam adalah karunia Allah yang penuh berkah. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Air Zamzam tergantung pada niat orang yang meminumnya.”
(HR. Ibnu Majah, shahih)
Maka ketika minum Zamzam, niatkanlah untuk kesembuhan, ilmu yang bermanfaat, dan doa kebaikan dunia-akhirat.
3. Padang Arafah (saat Haji)
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Doa yang paling utama adalah doa pada hari Arafah.”
(HR. Tirmidzi, hasan shahih)
Siapa pun yang berada di Arafah — baik haji maupun tidak — sangat dianjurkan memperbanyak doa pada hari tersebut.
???? Tempat Mustajab di Madinah
1. Masjid Nabawi
Masjid Nabawi adalah tempat utama untuk beribadah dan berdoa di Madinah. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Shalat di masjidku ini lebih baik seribu kali dibanding shalat di masjid lain kecuali Masjidil Haram.”
(HR. Bukhari & Muslim)
a. Raudhah
Terletak di antara mimbar Nabi ﷺ dan rumah beliau, Raudhah adalah tempat yang sangat mustajab untuk berdoa.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Antara rumahku dan mimbarku terdapat taman dari taman-taman surga.”
(HR. Bukhari & Muslim)
Karena itu, jamaah yang datang sangat dianjurkan memperbanyak doa di Raudhah.
b. Makam Rasulullah ﷺ
Berziarah ke makam Nabi bukan untuk meminta doa, tapi untuk mengucap salam dan mendoakan beliau. Amalan ini sangat dianjurkan oleh para ulama.
2. Masjid Quba’
Masjid pertama yang dibangun Rasulullah ﷺ saat hijrah.
Beliau bersabda:
“Barang siapa berwudhu di rumahnya lalu mendatangi Masjid Quba’ dan shalat di sana, maka baginya pahala seperti pahala umrah.”
(HR. Ibnu Majah, shahih)
3. Jabal Uhud
Gunung yang Rasulullah ﷺ cintai.
Beliau bersabda:
“Uhud adalah gunung yang mencintai kami, dan kami mencintainya.”
(HR. Bukhari & Muslim)
Berdoa di sekitar Uhud, sambil merenungkan perjuangan para syuhada, sangat disarankan untuk meningkatkan keikhlasan hati.
???? Adab dan Waktu Mustajab untuk Berdoa
Selain tempat, waktu juga berperan penting. Berikut beberapa waktu mustajab untuk berdoa:
- Saat sujud dalam shalat
- Setelah shalat wajib
- Antara adzan dan iqamah
- Waktu sepertiga malam terakhir
- Ketika hujan turun
- Saat sedang berpuasa, khususnya menjelang berbuka
- Hari Jumat, terutama setelah Ashar
Kesimpulan
Makkah dan Madinah adalah dua kota suci yang dipenuhi tempat-tempat mustajab untuk berdoa. Mulai dari Ka’bah, Multazam, Maqam Ibrahim, Raudhah, hingga Masjid Quba’, semuanya memiliki keutamaan tersendiri.
Namun, yang paling penting adalah keikhlasan dan kekhusyukan hati. Sebab, doa yang keluar dari hati yang tulus lebih mudah sampai kepada Allah SWT.
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku dekat. Aku mengabulkan doa orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku.”
(QS. Al-Baqarah: 186)

